Monday, July 12, 2010

APA KATA ORANG, INILAH JALAN KU

Assalamualaikum w.b.t..


Adakah anda peduli dengan pandangan negatif orang terhadap anda? Pandangan positif pula bagaimana? Anda ambil perhatian ke? Tapi bagi mereka yang tegar dan tidak ambil peduli apa orang kata, mereka mempunyai wibawa yang sangat jitu lantaran mereka sangat berani menghadapi risiko. Setuju dengan kata-kata saya?

Saya bagi satu contoh. Si Baik ni sangat menjaga tingkahlakunya, tetapi dia dikelilingi oleh kawan-kawan yang bersikap sebaliknya. Mujur Si Baik tidak terpengaruh dengan ajakan kawan-kawan. Orang luar dari kelompok sahabat ini memandang serong dengan kumpulan mereka walaupun Si Baik ini berbeza dari kawan-kawannya. Tapi itulah, pandangan orang ni pelbagai.. Apa-apa pun berhati-hati dalam pergaulan kerana ia boleh menyebabkan tersilap langkah.


Contoh lain pula, Si Pandai yang sangat pemurah dan dia seorang yang kaya. Walaupun keluarganya tidak menyukai sikap luhur yang ada padanya, Si Pandai tidak ambil peduli kerana baginya, melihat orang gembira adalah matlamatnya. Lagipun ilmu dan kekayaan yang dimiliki tidak akan habis jika kita berkongsi dengan orang lain. Tak rugi pun.. Hati kita senang walaupun ada orang yang sakit!

Banyak contoh lain sebenarnya. Anda fikir sendiri ye.. Bagi otak anda latihan sikit. hehehe. Seperti biasa, suka saya berkongsi satu cerita untuk anda dan para sahabat blogger saya yang lain. Moga ada keberhasilannya untuk membaiki diri kita.. Teristimewa untuk Puteri Kesayangan saya di mana jua anda berada... =)

************************************


Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku "ketuaan"
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik sok lebay
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada,
meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku memang sok lebay. Karena aku adalah manusia yang lemah yang terserang makhluk kecil macam virus saja tubuhku sudah ambruk, manusia yang bodoh yang tidak mengetahui nasib hidupku satu detik setelah ini, manusia yang serba kurang dan punya batas waktu yang ketika waktu itu habis aku tidak bisa mengulurnya ataupun mempercepatnya

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga...

Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat...

Manusia dibekali Islam dan Muhammad sebagai pembawa huda dan haq
Juga, manusia juga dibekali akal oleh Tuhannya
Namun, manusia diberi kebebasan memilih untuk hidupnya
Dan, there is only one choice

Untuk itulah aku memilih jalanku
Memilih jalan hidupku
Hidup yang aku dambakan
Mendamba apa yang telah dijanjikanNya
Janji yang tak akan pernah diingkari

Whatever... what they said

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Qs. Al-An’am 116).

"Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Qs. Ar-Rum 6).

BY. Azka Al-Faruq

p/s: Saya tidak mengubah struktur ayat demi menjaga mutu karangan puitis ini.. Ketegasan dalam mencari yang benar..

2 comments:

akuinsanlemah said...

salam. syukran atas indahnya kata puitis. walaupun dalam bhs asing, namun, ia masih tetap indah dengan tautan kata yang dekat di jiwa hamba..ya, generasi ghuraba..asingf di mata manusia tidak asing di mata Allah.

Brilliant Marjan@اداويه said...

wslm.terima kasih buat saudari yang memberi komen..

hanya mereka yg berada dikelompok ini yg faham tujuan hidup di bumi..terasing itu yg dinantikan olehNYA..

~semoga saya kuat melawan nafsu diri