Wednesday, December 22, 2010

VALUE

Assalamualaikum w.b.t



Something to think... It will help all of you...

******

A well known speaker started off his seminar by holding up a $20 bill. In the room of 200, he asked, "Who would like this $20 bill?"

Hands started going up.

He said, "I am going to give this $20 to one of you but first, let me do this." He proceeded to crumple the dollar bill up.

He then asked, "Who still wants it?"

Still the hands were up in the air.

"Well," he replied, "What if I do this?" And he dropped it on the ground and started to grind it into the floor with his shoe.

He picked it up, now all crumpled and dirty. "Now who still wants it?" Still the hands went into the air.

"My friends, you have all learned a very valuable lesson. No matter what I did to the money, you still wanted it because it did not decrease in value. It was still worth $20. 

Many times in our lives, we are dropped, crumpled, and ground into the dirt by the decisions we make and the circumstances that come our way.

We feel as though we are worthless. But no matter what has happened or what will happen, you will never lose your value. You are special - Don't ever forget it!

~ Nobody knows about me, just myself only... But don't give up to try the best in what ever we do and learn from the mistake that we have made before...

Monday, December 20, 2010

NAHAS BAS TERBURUK NEGARA & PEMBUNUHAN

Assalamualaikum warahmatullah

Di sini, saya ingin mengucapkan takziah buat keluarga mangsa kemalangan ngeri bas yang berlaku 
di Jalan Cameron Highlands-Simpang Pulai, hari ini yang meragut 28 nyawa. Ia merupakan kemalangan  yang paling dahsyat dalam sejarah negara.

Selanjutnya di sini, sini dan sini

Tak lupa juga buat keluarga adik Siti Mazni Binti Abdul Rahman. Semoga rohnya ditempatkan dikalangan orang-orang yang beriman. Berita di sini..

****************

Saya FOBIA dengan kes sebegini... Kemalangan ngeri dan pembunuhan... Saya tak sanggup untuk melihat, mendengar dan seumpama dengannya...

"Lindungilah kami, Ya Allah"

~ Bayangkan siang tadi, lepas habis exam Fiqh Al-Muamalah Al-Muasarah, saya, Kak Faez, Abg. Muaz dan Abg. Hisyam sempat join taklimat keusahawanan daripada Johor Corporation. Ala yang memiliki KFC tu..Thanks to Pn. Ainina sebab pelawa kami.. Tak rugi saya dengar taklimat di KUIS dan join mereka yang dewasa ni (saya paling muda di antara mereka) pergi survey Ayamazz Roti Impit di USIM. Sengaja nak melihat prospek perniagaan dan merasai sendiri menu tersebut..Sebab kat KUIS tiada lagi produk ni. So, dah kena rancang masa depan.. Jadikanlah Usahawan sebagai cita-cita anda.

Sunday, December 19, 2010

BEGINILAH CARAKU MENJAGA HATI

Assalamualikum warahmatullah
Bismillahirrahmanirrahiim....

Ini adalah sebuah cerita nyata yang di ambil di sini. Hal ini berkaitan dengan caranya menjaga hati. Mungkin dengan ini kita mampu mengambil ibrah dari apa yang didapat dari cerita ini. Insya Allah.

*****


Telah 5 tahun sudah, ku mencuba untuk mempertahankan hati ini untuknya, walaupun aku belum pernah melihat, mendengar, berinteraksi dan bertemu dengannya secara langsung untuk menjaga kesucian hatiku kepadaNya. Cerita ini berawal ketika hidayah itu telah datang dan dengan datangnya itu mampu mengubah segalanya jadi lebih indah dan terarah untuk ku tempuh.

Dahulu aku adalah seorang anak manusia yang biasa-biasa saja, seperti anak muda normal lainnya. Aku pun terkadang sering jatuh cinta kepada siapa yang aku kagumi. Hampir setiap hari mungkin hidupku terbiasa akan hal itu, hingga hal itu menjadi sesuatu yang lumrah dalam peribadiku.

Namun, pada suatu ketika datanglah Hidayah kepadaku. Hidayah yang didasari dari materi Cinta kepada Allah yang banyak aku pelajari dari sekelilingku ditambah dengan materi dari guru ngajiku ketika mentoring di sekolah. Hidayah itu menumbuhkan aku untuk mencintai Rabb (Tuhan) sehingga membuatku rela untuk menyingkirkan yang lainnya di hatiku terkecuali aku mencintai yang lainnya karenaNya.

Kedatangan Cahaya itu mampu membuatku membuka mata hatiku dalam mengaplikasikan cinta, tanpa harus membawaku kepada jurang kehancuran. Sehingga akupun mulai berhati-hati terhadap hatiku dalam mencintai agar Cintaku kepada Allah yang telah dikurniakanNya kepadaku mampu ku jaga karena aku menyedari bahawa hatiku miliknya. Dan karena aku pun juga menyedari bahawa cinta yang salah mampu melumpuhkan kualiti Cintaku denganNya, sedangkan yang aku harapkan adalah CintaNya karena tidak ada yang mampu mencukupiku kecuali Dia.



Sejak kedatangannya, hidayah itu mampu merubah segalanya yang ada pada diriku seperti masalah cara berfikir dan keperibadianku hingga orintasiku dalam mencintai sesuatu. Termasuk masalah ketertarikanku dalam menyukai sesuatu. Jika sebelumnya mungkin aku tertarik kepada wanita yang biasa-biasa saja, maka setelah Hidayah itu datang justeru hatiku tertarik untuk menyukai muslimah dengan busana khas dan sikapnya yang cenderung pemalu. Dan oleh karena itu akupun berharap agar Allah menakdirkanku untuk menikah dengan salah satu di antara mereka, muslimah yang shalehah. Insya Allah, Allahuma Amiin. Karena aku mengetahui bahwa menikah adalah Sunnah Rasulullah.

Walaupun demikian, namun Hidayah itupun mampu mengajarkan aku dalam mengendalikan perasanku agar hatiku tidak salah dalam menyikapi apa yang menarik hatiku. Karena bagiku rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istriku kelak walaupun aku belum pernah bertemu dengannya. Karena sejak awal, hidayah itu mampu membuatku memahami diriku akan hakikat mencintai pasanganku walaupun sebelum aku menikah dengannya tanpa membuat aku cenderung melupakan Allah, lantaran aku memahami bahwa kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seseorang perempuan yang ditakdirkan Allah kepadaku maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya yang belum tentu akan menjadi istriku kelak, sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain jika kita tidak mampu mempertahankan hakikatnya dalam mencintai Rabb?.

Dan karena akupun tidak memungkiri bahwa setiap manusia yang normal pasti akan merasakan fitrahnya, termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis, maka jika harus demikian, menurutku untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti, jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati itu salah dalam pengelolaannya. Oleh karenanya, aku memahami bahwa: Jika memang aku harus mencintai lantaran mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia maka aku akan mencuba untuk mencintai siapa yang akan aku nikahi nanti walaupun aku belum pernah bertemu dengannya, lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya, sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku. Insya Allah

Sejak saat itu hatiku mulai tersadarkan untuk meninggalkan hal-hal yang sia-sia dalam cinta yang tidak memberikan manfaat kepadaku dalam mencintaiNya dan cinta yang mampu membuat hatiku cenderung meninggalkan Rabb.

*****


Waktupun berjalan seiring kegembiraanku atas datangnya hidayah itu. Hingga tanpa aku sedari godaaan-godaan kecilpun datang dari sekelilingku untuk menyukai muslimah yang aku rasa belum saatnya aku harus bersikap demikian kepadanya. Tanpa ku sedari hal itu mampu membuatku sedikit gundah, mungkin karena aku belum mampu mengendalikan fikiranku terhadap apa yang mempesonakanku terhadap mereka.

Kegundahanku itu membuatku khawatir jika dengan demikian maka nikmat karunia yang berupa Hidayah itu akan menyingkir dari diriku lantaran sikapku yang salah. Sehingga, akupun berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah agar Allah mengkaruniakanku kefahaman agar aku terus istiqomah untuk menyikapi hatiku ketika ia harus menghadapi fitrahnya.

Singkat cerita, lantaran aku mengetahui bahwa istikharah adalah salah satu cara yang dapat meyakinkan diri kita terhadap suatu pilihan, oleh karenanya setiap godaan itu datang, dan di setiap ketidakmampuanku dalam menjaga diriku dalam mengelola hati, maka akupun berusaha untuk mengistikharahkan siapapun yang mempesonakanku agar aku dapat mengetahui diantara mereka siapakah orang yang aku “cari” sehingga hal itu dapat cenderung membuatku terhindar dari kesia-siaanku dalam pengelolaan hati yang salah yang aku takutkan dapat cenderung mampu melumpuhkan rasa Cintaku kepada Rabbku.


Setelah aku membiasakan diri untuk istikharah di setiap waktu ada yang mempesonakanku, seolah dengan itu hatiku mampu diyakinkan kepada siapa yang akan aku nikahi nanti walaupun aku belum pernah mengenalnya. Sepertinya dirinya telah terkesan di hatiku sehingga hal itu mampu membedakan dirinya dengan yang lainnya, kemudian dengan itu dapat membuatku melepaskan harapan dan keinginan hatiku kepada arah yang salah dalam pengelolaannya terhadap siapa yang bukan orangnya. Mungkin inilah cara Allah dalam meyakinkanku untuk mempertahankan hatiku kepada siapa yang pantas aku cintai nantinya yang salah satunya diperoleh melalui jawaban dari istikharah-istikharah itu.

Walaupun demikian, aku masih tetap seperti dengan manusia normal lainnya, hal ini kubuktikan dengan masih adanya rasa kagum dengan muslimah yang mempesonakanku, namun keberadaan mereka tidak sempat singgah dihatiku lantaran hatiku seolah gelisah ketika aku mendapati orang yang salah jika ku taruh di “sembarang” tempat dihatiku. Namun ketika aku mengingat tentang sosok yang aku yakini akan aku nikahi nantinya, dan ku hadirkan dia di hatiku, meskipun aku belum mengenalnya dan aku belum mengetahui jasadnya, maka entah mengapa perasaanku seolah (cenderung) tenteram karenanya. Mungkin hal itu terjadi karena hatiku telah berfatwa terhadapnya....

Mengenai hati yang berfatwa, aku menjadi teringat dengan sebuah hadith Rasulullah bahwa:

Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan itu adalah ketika jiwa dan hati menjadi tenang kepadanya. Sedangkan al-itsm (dosa) adalah yang membingungkan jiwa dan meragukan hati. Meskipun manusia memberi fatwa kepadamu." (HR Muslim)

Mungkin karena ketenteraman dan kegelisahan yang aku dapati itulah dapat membuat diriku mengurungkan diri untuk tidak melepaskan tambatan hati ini kepada orang yang bukan dirinya yang akan aku nikahi nanti.

*****

Waktu berjalan dengan caraku menjaga hati itu, membuat hidupku lebih tersenyum lantaran kegundahanku itu mengurang seiring usahaku dalam meyakinkan hatiku untuk tidak salah dalam pengelolaannya melalui istikharah-istikharahku kepada Rabb. Semua itu aku lakukan untuk mempertahankan hatiku kepada Pemiliknya karena aku berharap agar Pemiliknya tidak tersingkir dari singgahsananya lantaran pengelolaan yang salah.

Namun, cubaan belum begitu saja berakhir hingga pada suatu ketika Allah sibakkan aku bertemu dengan seorang muslimah yang begitu mengagumkan. Dia berbeda, tidak seperti muslimah yang pernah aku temui pada biasanya, lantaran keberadaannya entah mengapa hampir menyerupai perasaanku terhadap sosok yang akan aku nikahi itu.

Kemungkinan ini jauh dari apa yang aku bayangkan, karena hal ini sepertinya akan lebih mengancam pertahananku dalam mempertahankan hatiku untuk Rabb. Apalagi aku meyadari bahwa wanita merupakan godaan terbesar seorang laki-laki.

Terkadang fikirankupun terbuai dengan dirinya di saat-saat aku kurang siaga dalam memelihara hati ini untukNya. Hingga akupun kehilangan definisi dalam mempertahankan hatiku untukNya. Mungkin karena terpesonanya aku dengan keserupaannya dengan keyakinanku terhadap sosok yang akan ku nikahi itu, membuatku terlupa untuk mengetahui jawabannya dengan istikharah-istikharahku dalam usahaku meyakinkan diriku atasnya.

Dan tanpa ku sadari...
Hal-hal Rabbani (Ketuhanan (maksudnya: Keislaman)) yang aku kenali seolah menjadi nuansa yang datar di hati, awalnya ku anggap hal itu sebagai futur (menurunnya iman) yang biasa, namun aku mendapati bahwa nuansa khas itu belum kunjung tiba dalam waktu yang cukup lama dan ketika aku telah lelah menunggu kedatangannya kembali.

Hal-hal yang dahulunya begitu peka di relung-relung hati ini seolah berkurang penginderaannya, hingga akupun menyadari bahwa hal ini terjadi karena sikapku yang salah dalam pengelolaan hati terhadap seorang muslimah yang menyerupai sosok yang akan aku nikahi itu.

Ketika aku tersadar, hal itu dapat membuatku takut ketika aku berfikir jikalau Allah mem-futurkanku dengan keadaan yang demikian. Jika demikian aku harus melakukan tindakan pencegahan agar perbuatanku tidak menjadikan keburukan bagiku.


Sesekali ku cuba bertanya dalam hati, bahwa jika memang dirinya adalah orangnya maka hal itu seharusnya tidak membuatku jauh dari Allah, lantaran dasarku menambatkan hati kepadanya adalah karena Cintaku kepada Rabb. Hingga akhirnya aku menyedari dari gerak hatiku bahwa bukan muslimah itulah orangnya.

Hingga keadaanpun mampu menegurku, sehingga dapat membantu menyedarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat, meskipun pesonaku terhadapnya belum pulih.

Pada suatu malam, akhirnya ku coba diri ini memohon ampun kepada Allah atas apa yang telah aku perbuat, dan memohon pulihnya karunia yang sekiranya enggan terasa indah dihatiku ketika itu. Dan akupun berharap kepadaNya agar hal yang seperti itu tidak terjadi kembali, lantaran aku tidak mau lagi bermain-main dengan hati ini lantaran aku sedari bahwa hati ini milikNya dan hanya kepada dan karenaNyalah seharusnya ku tambatkan. Dan aku berharap agar Allah menguatkan firasatku kepada sosok yang telah aku yakini yang terlahir dari istikharah-istikharahku terhadap siapa saja yang pernah mempesonakanku.

Hingga akupun memberanikah diri untuk berdoa:
"Yaa Allah, Sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keredhaanMu. Cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku. “

Ya Allah, aku tahu bahwa Engkau Maha Berkehendak dan akupun tidak meragukan KekuasaanMu Karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka aku memohon kepadaMu agar Engkau memampukan diriku untuk dapat mengetahui wajah dari siapa yang akan aku nikahi nanti walaupun hanya sekejap saja agar dengan itu aku mampu membedakan dirinya dengan yang bukan dirinya, agar aku dapat cenderung menjauhkan hati ini dari kesia-siaan. Aku yakin bahwa Engkau mampu menjadikannya, dan aku yakin atas hal yang terbaik bagiku dari segala keinginanku, ku lakukan ini karena aku telah merindukannya dan mensyukurinya lantaran Engkau takdirkan aku kepadaNya. Dan maafkan aku jika aku tersalah. Ku mohon atas KuasaMu, ya Rabb.

Dan pertemukanlah aku dengannya ketika aku hendak menikahinya agar aku tidak berlama-lama menjadikan hati ini terlena dengannya walaupun aku tahu bahwa nantinya dia akan aku nikahi.

Jagalah hatiku untukMu Rabb, karena aku ingin selalu MencintaiMu lantaran Engkaulah Dzat yang pantas aku Cintai sepenuh hatiku.

Allahuma Amiin”
Pintaku penuh harap dan lirih...

Dengan harap-harap cemas ku sedari doa itu lantaran aku takut jika aku telah berbuat kesalahan. Entah hal apa yang mampu membuatku memberanikan diri untuk berdoa seperti itu, mungkin saja karena rasa penasaranku yang telah tertanam terhadap sosok yang kuyakini itu. Namun perasaan yakin bahwa aku tidak melakukan kesalahan membuatku sedikit lega.

Setelah itupun aku tertidur, mungkin karena aku terlelah...

*****


Beberapa waktu kemudian, kehidupanku mulai berubah, seeolah aku telah memulai lembaran hidupku yang baru, hal-hal yang telah terjadi seolah telah tersapu oleh air mata pembersihan diri ketika malam itu, membuatku bersemangat untuk mensucikan hati ini kepada siapa yang patut menempatinya.

Perasaanku lebih tenang setelah aku memohon maaf kepadaNya sehingga menjadikan kegundahanku terkikis beserta kecemasan-kecemasan lainnya. Namun, ada beberapa hal yang menurutku ajaib dari peristiwa yang aku alami sejak malam itu, entah mengapa dalam tidurku terkadang aku sering bermimpi didatangi oleh seseorang muslimah yang Insya Allah, shalehah dan baik keperibadiannya yang aku tidak pernah bertemu dengannya namun sepertinya aku mengenalinya, senyum, putih, pemalu, sosoknya menenangkan jiwa, membuat hatiku bergetar tentang kedatangannya. Hingga akupun berkesimpulan bahwa inikah jawaban Allah atas permintaanku waktu itu?. Aku tak mampu menjawabnya secara mutlak, namun keyakinanku dan gerak hatiku mampu meyakinkanku bahwa kedatangannya itu ada sangkut pautnya dengan keyakinanku kepada Allah akan terkabulnya doa yang pernah ku panjatkan kepada Allah ketika malam itu. Dan hal ini sedikit terbukti ketika aku melakukan istikharah untuknya, perasaan tenang yang tidak aku temukan jika aku meng-istikharahkan yang lainnya. Masya Allah...

Walaupun sosoknya telah tersibakkan, namun jika aku disuruh menggambarkan wajahnya maka aku tidak mampu, karena aku tidak bisa melihat jelas bagaimana wajahnya, namun sepertinya hanya hatiku-lah yang mampu mendeskripsikannya, hingga gambaran wajah itu mampu membawaku kepada ketenteraman dan ketenangan yang memuaskan hati. Mungkin dengan ini, hatiku telah berfatwa lagi atas dirinya...

Namun, bukan hanya wajahnya saja yang Allah tunjukkan kepadaku, melainkan karakter-karakter khasnya yang diperkenalkan kepadaku agar dengan itu mampu membedakan membantuku dirinya dengan yang lainnya secara lebih tepat. Masya Allah...



Sebelumnya aku mengira-ngira bahwa apa yang aku alami itu merupakan kebisaan fikiranku dalam berimaginasi, namun ketika ku telaah lagi, peristiwa itu dapat mengingatkanku kepada apa yang pernah Rasulullah sabdakan dalam sebuah hadith, meskipun hadith ini telah ditemukan olehku 5 tahun setelah kejadian itu.


"Rasulullah saw bersabda kepada Aisyah, “sebelum aku menikahimu, aku pernah melihatmu dua kali di dalam mimpi. Aku melihat Malaikat membawa secarik kain yang terbuat dari sutra. Kukatakan kepadanya, ‘Singkapkanlah.’ Malaikat itupun menyingkapnya. dan ternyata kain itu memuat gambarmu. lalu kukatakan, “jika ini merupakan ketentuan Allah, maka dia pasti akan membuatnya terjadi. ‘Pada kesempatan lain aku kembali melihatnya datang membawa secarik kain yang terbuat dari sutra. Maka kukatakan kepadanya, ‘Singkaplah.’ Malaikat itupun menyingkapnya. dan ternyata kain itu memuat gambarmu. lalu aku berkata, “jika ini merupakan ketentuan Allah, maka dia pasti akan membuatnya terjadi". (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Subhanallah, aku tidak percaya ini, namun aku tetap bertawakal kepada Allah jikalau aku mendapatkan kesalahan atas apa yang terjadi pada peristiwa tersebut.

Karena aku menyedari bahwa muslimah tersebut ku lihat di mimpiku, maka akupun berdoa kepada Allah agar Allah menghentikan keberadaannya dimimpiku lantaran aku tidak menginginkan apa yang aku mimpikan itu adalah penyerupaan jin, terkecuali di waktu ketika aku membutuhkan kedatangannya. Alhamdulillah, beberapa waktu kemudian aku tidak memimpikannya lagi, hingga akupun merasa agak lebih legaan lantaran aku takut jika syaitan ikut campur dalam hal ini. Bagiku cukup dengan Ketawakalan dan keyakinan dari hatiku yang terdalamlah yang sekiranya mampu membuatku membedakan dirinya dengan sesuatu yang menyerupai dirinya. Semoga Allah menunjuki kita semua kepada jalan yang benar. Allahuma Amiin

Memang dirinya sudah tidak sering datang di dalam mimpi-mimpiku. Namun, dirinya kadang-kadang datang diwaktu aku perlu ada yang menegurku. Entah mengapa setiap kali aku berbuat zalim seperti halnya aku tidak mampu menundukkan pandanganku, dirinya terkadang hadir dimimpiku beberapa hari kemudian ataupun bisa malam harinya ketika aku tertidur, untuk mengurku dengan bahasa khasnya yang cukup mampu menjadi nasehat dan introspeksiku atas perbuatan yang telah aku perbuat. Bukan hanya itu iapun juga akan  terlihat memberikan nuansa kepuasannya yang khas ketika aku mampu mengendalikan diriku. Dia seolah benar-benar telah hidup di dalam diriku meskipun aku tidak mengenali siapa dirinya. Namun aku yakin dia ada.

Dan ada pula beberapa hal spesial yang aku alami setelah peristiwa itu terjadi di mana perasaanku merasa tidak nyaman ketika aku menempatkan seseorang wanita untuk aku jatuh cintai jika bukan sosok tersebut, hatiku seolah terasa kering, tidak menenangkan dan mampu meresapi indahnya rasa cinta itu seperti hal yang pernah aku rasakan dahulu terhadap siapa yang mempesonakanku. Seolah hati itu telah menjadi tidak peka terhadap cinta ketika aku sembarangan menempatkan seseorang yang salah di sana. Namun ketika aku ingat dengan sosok yang pernah hadir dimimpiku itu, entah mengapa seolah hati ini begitu luas dan begitu 'basah' untuk menempatkan dirinya di hati ini. Subhanallah, hal ini benar-benar mampu mengajarkanku untuk mempertahankan perasaanku dengannya demi membantuku untuk mempertahankan Kecintaanku kepada Allah, lantaran aku menyedari bahwa hatiku hanya satu sehingga aku tidak mampu jika harus mencintai lebih dari satu cinta terkecuali aku mencintai yang lainnya karenaNya. Insya Allah


Mengenai keberadaannya pernah menjadi pertanyaan bagiku, namun hatiku lebih tenteram ketika meyakini bahwa keberadaannya itu memang benar-benar ada, meskipun aku tidak tahu dimanakah ia saat ini. Jika saja muslimah sehebat Aisyah, Fatimah, Khadijah, Asiah dan Maryam pernah hidup di bumi ini, maka hal itu membuatku makin percaya akan keberadaannya .

Persitiwa ini mampu menjadikanku tersadar akan keterbatasan kemampuanku dalam memelihara hati demi menjaga Kecintaanku kepada Allah, membuatku yakin dengan kedatangan seseorang yang akan aku nikahi dan membuatku mengurungkan diri untuk mengira-ngira seseorang disekelilingku sehingga hal ini dapat cenderung membuatku mengurangi kesia-siaan.

Namun seperti dari awal, aku berharap kepada Allah agar Allah mempertemukanku ketika aku hendak menikahinya lantaran aku tidak mau menjadikan hati ini berlama-lama bermain dengan perasaanku terhadapnya walaupun nantinya dirinya akan dinikahkan olehku.

Namun, aku tidak berharap banyak, cukuplah Allah sebagai harapanku, Allah mengajarkanku keikhlasan, dan karenanya aku mencoba ikhlas untuk menerima selain dari yang dicirikan itu, jikalau memang benar dia tidak ada di bumi ini dan diwaktu yang bersamaan denganku ketika aku hidup. Meskipun aku berharap kehadirannya lantaran aku merasakan bahwa dialah belahan jiwaku. Bisa jadi aku menemukan sosok itu setelah aku menikah dengan seorang muslimah, ataupun bisa jadi muslimah itu adalah anak-anakku nanti yang dimana hal itu akan sangat membanggakan orang tuanya karena mengetahui memiliki anak yang shaleh dan shalehah. Ataupun aku tidak menemukannya di manapun, karena bisa jadi dia adalah diriku sendiri yang memang telah Allah tentukan di dalam diriku agar aku bisa menjadi seperti dirinya dan mengajarkan itu kepada istriku kelak agar apa yang aku dapati dalam yakinku dapat terwujud. Masya Allah

Aku tidak 'jatuh cinta' bukan karena aku tidak seperti laki-laki pada biasanya. Hatiku kupersembahkan kepada Pemiliknya, dan diisi hanya kepada yang halal olehku, siapapun yang mengisinya nanti, dialah bidadariku... Subahanllah...

Insya Allah

Terima kasih kepada siapa yang pernah mengalami peristiwa ini, Semoga Allah senantiasa Merahmati dan mengampunkan segala dosa-dosamu beserta dosa-dosa kita semua dan menjadikan kita semua orang-orang yang dijauhi dari kesia-siaan. Allahuma Amiin

~ Alangkah bertuahnya dapat jadi macam ni..mungkin tak terlewat untukku..namun ku bersyukur dia masih mampu bersabar denganku..aku cuba sebaik mungkin menjaga hati ini untuknya..kuatkanlah aku....

Saturday, December 18, 2010

MENETAPKAN AZAM MENGIKUT CARA ISLAM

Assalamualaikum w.b.t.

 (hidup bukan hanya dengan menunggu sahaja tetapi berusahalah...)

Moga anda semua sihat hendaknya. Selamat ulang tahun kelahiran buat sesiapa yang menyambut hari lahir pada hari ini dan selamat pengantin baru buat sesiapa yang melansungkan majlis berbahagia tersebut. Banyak sebenarnya dapat jemputan kenduri, tapi ada yang saya tak berkesempatan untuk pergi..

Pagi begini selalunya lepas sarapan, saya baca surat khabar sambil berborak dengan ahli keluarga. Suka sangat melihat Ummi mengusik Abah. Umur nak masuk angka emas ni, lucu bila melawak. Ini terbukti apabila melihat Ummi dan Abah bergurau. Cute sangat...

Dan jika saya berkesempatan, waktu sebegini saya membuka email melihat info-info yang diberikan. Dapatlah beberapa motivasi pagi yang saya terima. Macam saya pernah maklumkan sebelum ni, saya suka berkongsi ilmu yang ada. Tak banyak pun tak apa kan? Untuk peringatan bersama..Lagipun takkan nak simpan sorang je..

Memandangkan tahun 2010 bakal berakhir, sudah pasti ada yang membuat perancang awal untuk tahun berikutnya. Mana perancangan yang tak terberes, akan di bawa ke tahun depan. Begitu juga dengan azam. Pasti ada azam baru yang ingin dilakukan dan dilaksanakan sehingga jayanya.

Mengikut kalender Islam pula, kita sudah berada pada 12 Muharam 1432 H. Azam apa yang diminta? Sudahkah anda memulakannya?

(kuatkan azam untuk menjadi Muslim yang terbaik)

Berikut adalah senarai 5 tips ringkas bagaimana menetapkan azam tahun baru, sesuai dengan ajaran Islam yang menjadi pegangan kita bagi sesiapa yang belum menetapkan azamnya.

1. Niatkan Azam Itu Kerana Allah.

Niatkan azam Anda kerana Allah. Anda mahu capai azam yang Anda set kerana Allah. Tanamkan kepercayaan yang DIA mahu melihat Anda menjadi muslim serta muslimah berjaya supaya dengan kejayaan itu, Anda boleh ajak muslim dan dan muslimah lain untuk berjaya seperti Anda. Andalah menjadi bukti bahawa kejayaan adalah possible, bukan impossible. Anda menjadi bukti Allah buka jalan kepada sesiapa saja yang berusaha.


Point saya: Selalu kita terlepas pandang tentang hal ini. Biasanya kita tidak sandarkan azam kita pada suatu zat yang betul. Mungkin sebab itulah kita tidak mendapat keberkatanNYA. Tapi mulai saat ini, sandarkanlah azam itu kepada Allah. Moga kita tidak lari dari mendapatkanNYA. Dan InsyaAllah, pasti kita selalu dilindungiNYA.


2. Anggap Kerja Keras Ke Arah Pencapaian Azam Sebagai Ibadah.


Usaha memburu kejayaan sebenarnya satu ibadah, yakni ibadah sunat. Tiap kali berusaha, niatkan kerana Allah supaya apa yang Anda buat menjadi ibadah. Moga apa yang Anda lakukan di balas dengan pahala, sebab menjadi ibadah. Moga dengan itu, jalan untuk Anda berjaya dipermudahkan, tanda keredhaan Allah kepada usaha Anda. Bekerja dan berusaha untuk mencapai apa jua azam adalah cara untuk Anda mendekati Tuhan. Tanpa niat, apa yang Anda lakukan tidak menjadi ibadah.

Point saya: Setuju! Gantunglah segala azam tahun baru anda sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepadaNYA. Biar hidup kita lebih terarah dan bertujuan.

 (berdoalah kepadaNYA)

3. Lebihkan Hablum Minannas, Jangan Kurangkan Hamblum Minallah.

Apa jua yang Anda capai, pastikan Anda mendahulukan Yang Maha Esa. Berbaktilah kepada orang sekeliling supaya dengan itu Anda mendapat redha Allah. Set azam untuk berbakti kepada insan di sekeliling Anda. Erti takwa yang sebenar adalah rasa terdorong untuk berbakti kepada orang sekeliling sebanyak mungkin (hablum minannas) dalam masa yang sama tetap menjaga hubungan erat dengan Tuhan (hablum minallah). Pastikan azam Anda tu mendorong Anda untuk berbakti kepada orang sekeliling, supaya jalan untuk Anda mencapai azam Anda dibuka serta dipermudahkan.

Point saya: Di sini, kita tak boleh nak mendapat nikmat seorang sahaja. Sebab manusia saling bergantungan. Kebaikkan yang kita nak buat selalunya datang dari orang lain yang memerlukan. Jika kita mampu, berbuat baiklah selagi terdaya dengan seikhlas hati. Dengan itu apa yang kita hajati, Allah permudahkan urusan kita kerana kita tidak lupa mereka yang lain terutamnya dengan Ibu Bapa kita.

4. Set Untuk Kebaikan Bersama.

Apa jua yang Anda mahu capai sebagai azam Anda, niatkan untuk kebaikan bersama bukan untuk kepentingan peribadi Anda seorang. Islam galakkan kita buat sesuatu untuk kebaikan bersama. Anggap kejayaan yang Anda mahu capai adalah untuk kebaikan bersama. Jika Anda mahu menjadi suami cemerlang, niatkan untuk kebahagiaan isteri Anda dan untuk anak-anak Anda. Jika Anda mahu berjaya dalam perniagaan, niatkan kejayaan itu untuk kebaikan Anda, keluarga Anda dan untuk kebaikan pelanggan-pelanggan Anda. Jika Anda mahu berjaya dalam pekerjaan, niatkan untuk kebaikan Anda bersama rakan-rakan Anda, bukan bangga kerana Anda lebih berjaya daripada mereka.

Point saya: Hidup adalah memberi dan berbagi. Tak banyak pun tak mengapa. Asalkan untuk dimanfaatkan bersama. Siapa tahu, dengan kita berniatkan untuk kebaikan bersama, kita dapat rezeki dari orang disekeliling kita sendiri.

5. Elak Dikuasai Ego, Elak Merasa Diri Lebih Bagus.

Jangan set azam semata-mata untuk menunjuk-nunjuk. Jangan set azam semata-mata untuk bermegah. Jangan set azam Anda pada orang hanya untuk membuat mereka kagum pada Anda. Amalkan 4 tips di atas langkah demi langkah. Anda akan mempunyai dorongan motivasi untuk bergerak mencapai azam Anda. Tapi jika azam tu di set hanya untuk menunjuk-nunjuk, untuk bermegah, untuk bermewah-mewah, usaha Anda ke arah azam itu akan mengalami kesukaran.

Anda tak akan ada motivasi. Anda akan hilang semangat, hilang inspirasi. Anda akan tertekan. Anda tak mencapai satu apapun, Anda akan gagal, usaha lagi, gagal lagi. Jika Anda kerap gagal, pasti ada ‘something wrong’ dengan nawaitu Anda. Mungkin Anda mahu berjaya sebab Anda nak menunjuk-nunjuk kehebatan dengan rasa megah, bukan untuk berbakti.

Point saya: Seboleh mungkin, jangan sesekali berasa riak, ujub dan yang seumpama dengannya. Kita tidak tahu apa yang berlaku jika tanpa sedar telah bersikap demikian. Mungkin ada yang terkecil hati dengan sikap menunjuk kita atau apa saja yang membuatkan orang lain rasa semacam dengan kita. Bersederhanalah dalam semua aspek kehidupan...InsyaAllah, urusan dalam mencapai impian dan azam kita akan dimudahkan dan diredhai Allah.

Sumber: imotivasi


~ Hidup bukan untuk menangisi sesuatu yang telah berlaku.. Apa yang terjadi, pelajarilah kembali untuk dipulihkan supaya hidup menjadi bererti dengan petunjukNYA. Tiada insan yang sempurna. Akuilah hakikat itu..

Friday, December 17, 2010

3 Langkah Bagaimana Menjadi Wanita Berfikiran Positif Tiap Hari

Assalamualaikum w.b.t

(warnailah hidup kita dengan lakaran yang indah..positif!!)

Bertemu kita sekali lagi dengan penghulu segala hari, Sayyidul Ayyam.. Apa khabar sahabat semua? Moga hari ini lebih baik dari semalam.. Tetapkan dalam diri anda untuk melakukan yang terbaik pada hari ini...

Saya tidak ke mana-mana hari ini. Jika ada pun sekadar mengulangkaji untuk kertas peperiksaan seterusnya dan melihat facebook atau email yang dihantar. Biasanya rakan sekelas akan menghantar perutusan melalui kedua medium tersebut.

Sebenarnya, sangat bijak jika anda tahu menggunakan segala teknologi yang ada untuk ke arah kebaikan. Macam facebook misalnya, untuk urusan peribadi tu, saya tidak mahu sentuh, terpulang pada anda. Namun andai medium yang ada itu membolehkan anda berkongsi ilmu yang bermanfaat kepada rakan, ia wajar diteruskan dengan niat untuk mengingatkan antara satu sama lain.

Pensyarah saya cukup 'berangin' bila facebook dijadikan sebagai ruang perbualan kosong yang tidak mendatangkan faedah apatah lagi melalaikan. Banyak kali beliau pesan supaya setiap Muslim membincangkan topik yang mampu menjana minda untuk membina kejayaan, cari peluang perniagaan dan sebagainya. Segan pula saya dibuatnya. Ini kerana saya merasakan, jika ada masa, pensyarah tersebut akan 'berjalan' melihat keadaan anak didiknya.. Huhuhu..

Woha... Tersasar jauh dari topik asal.. Patah balik ye.. Celoteh je tadi tu.. Tapi ada isi yang perlu kita renungkan.

Saya kira tips ini bukan hanya berguna untuk wanita namun sama penting juga buat lelaki di luar sana. Saya dapat dari imotivasi.

(buka minda anda untuk melihat keindahan disebalik masalah yang datang)


Wanita berfikiran positif adalah wanita bersemangat, berinspirasi, mendahulukan Tuhan dalam setiap perkara, bersangka baik dengan masalah serta senang didampingi sesiapa saja. Berikut adalah 3 langkah asas bagaimana menjadi wanita berfikiran positif setiap hari.

Langkah 1: Bersangka Baik Dengan Situasi Buruk.

Masalah, cabaran dan situasi buruk tetap akan datang dari berbagai arah. Anda tak boleh elak, tak boleh sembunyi, tak boleh lari. Untuk menjadi wanita berfikiran positif, anggap masalah sebagai peluang untuk memajukan diri. Anggap cabaran sebagai peluang untuk Anda mendiskaver kekuatan serta bakat Anda. Jadikan situasi buruk sebagai peluang untuk Anda memperbaiki diri menjadi orang baru, memperbaiki pemikiran dan memperbaiki tindakan.

Diriku: Yup, masalah memang tetap ada samada dari diri atau dari keadaan sekeliling. Berlapang dada walaupun kelihatan sukar dengan masalah tersebut. Suka saya menyatakan, masalah itu indah. Dari situ kita tahu siapa kita.

Langkah 2: Memaafkan Kesalahan Orang Lain Sebelum Anda Tidur.

Ego, sikap panas baran serta kesombongan membuat Anda sukar memaafkan. Oleh kerana itu, fikiran pun terbentuk penjadi fikiran negatif. Turunkan ego Anda, buang sikap panas baran, buang kesombongan. Jadilah seorang pemaaf. Maafkan kesalahan orang lain yang Anda tak puas hati dari sebesar-besar kesalahan hinggalah ke sekecil-kecil kesalahan. Amalkan memaafkan kesalahan semua orang pada Anda dari dulu sampai sekarang. Bila bangun keesokan paginya, Anda akan rasa ‘feel good’. Anda akan jadi bersemangat.

Diriku: Saya sudah, sedang dan masih amalkan lagi petua ini. Hidup ni tak lama.. Tak guna nak menongkat langit. Jika kita nak orang sayang (memaafkan kita), belajarlah memaafkan orang lain terlebih dahulu. InsyaAllah wajah dan diri kita akan tenang...

Langkah 3: Biar Anda Kuasai Emosi, Bukan Emosi Kuasai Anda.

Wanita sinonim dengan air mata kerana emosi wanita amat sensitif. Nak menjadi wanita berfikiran positif Anda perlu tabah serta mahir mengawal emosi. Dalam apa jua perkara, kawal emosi Anda. Anda boleh berlatih mengawal emosi dengan bertenang selalu, be in control, pamerkan air muka yang tenang serta amalkan meditasi ringkas (duduk diam, tenangkan fikiran) selepas selesai sembahyang. Meditasi ringkas di iringi zikir-zikir Asmaul Husna membuat Anda mahir mengawal emosi. Lama kelamaan Anda akan mahir menahan marah, menahan tekanan, sentiasa tenang.

Diriku: Masih belajar ke arah untuk mengawal emosi. Dah dewasa ni kena fikir cara dewasa dan matang. Saya memang dapat rasakannya bila kita mampu mengawal emosi. Bukan bererti kita kalah dengan masalah tapi kita mengumpul kekuatan untuk mengatasi masalah. Serius beb... Cubalah.. Si dia juga banyak pesan sebegini..

~ “a strong flame does not burn out, no matter how big the wind is”

Thursday, December 16, 2010

6 PETUA UNTUK BERJAYA

Assalamualaikm w.b.t

(Nikmati hidup dengan sebaiknya...bangkit dari kesilapan lalu untuk mendapatkan kejayaan yang diingini)

Alhamdulillah, saya baru selesaikan dua kertas peperiksaan untuk semester ini. Berbaki 3 paper lagi. Semuanya saya serahkan pada Allah s.w.t. Nak kata tak puas hati tu, biar jelah.. Dah lepas pun.. Saya cuba jawap exam sebaik  mungkin.

Di sini saya ingin berkongsi apa yang saya baca. Dipetik dari ILuvIslam. Rasanya mampu menaikkan semangat bagi sesiapa yang berputus asa.. Untuk orang yang berfikiran positif, kita perlu belajar bagaimana melihat setiap masalah menjadi ubat yang baik untuk membina kehidupan..


1. Setiap Insan Yang Hidup Mempunyai Masalah

Apakah masalah anda? Anda tidak mempunyai pekerjaan? Mungkin anda berfikir bahawa setelah mendapat pekerjaan semua masalah akan lenyap. Mereka yang mempunyai pekerjaan juga bermasalah. Mereka mengeluh kerana terpaksa bangun pagi untuk ke tempat kerja setiap hari kerja. Dan ratusan, mungkin ribuan pekerja mendapat kerja yang tidak mereka sukai.

Sesetengah  orang pula beranggapan bahawa masalah mereka timbul kerana terpaksa melapor diri kepada seorang ketua. Tetapi ramai ketua yang menghadapai masalah, sama ada dari segi perhubungan atau pun pengurusan kakitangan.

Jadi bagaimanakah keadaan dengan mereka yang berjaya? Adakah mereka terkecuali daripada menghadapi masalah? Sebenarnya setiap kejayaan tidak menghapuskan masalah, ia melahirkan masalah yang baru. Terimalah ini sebagai satu hakikat hidup seharian.
 
2. Setiap Masalah Mempunyai Jangka Masa Yang Terhad

Setiap masalah akan berakhir. Lambat laun ia akan pergi jua.

Ketepatan kenyataan ini adalah jelas kalau kita menoleh kebelakang melihat sejarah manusia. Tamadun manusia menghadapi detik-detik kegemilangan dan juga kejatuhannya. Institusi kamanusiaan yang menghadapi suasana kemelesetan akan satu ketika nanti menuju kemercu kejayaan secara perlahan-lahan.

(InsyaAllah ujian yang dilalui akan mendatangkan hasil yang baik jika kita bersabar)


3. Setiap Masalah Harus Mempunyai Pengaruh Positif

Setiap masalah mengandungi bahan atau ramuan rahsia potensi yang kreatif, sama ada untuk diri anda atau pun orang lain. Masalah yang dihadapi oleh seseorang boleh dijadikan modal perniagaan yang menguntungkan untuk orang lain. Contohnya, seseorang yang pernah diisytiharkan muflis oleh mahkamah boleh bertindak sebagai seorang panasihat kepada mereka yang akan diumumkan sebagai muflis.

Masalah yang dihadapi oleh seseorang boleh memberi kesempatan atau peluang baik kepada orang lain.

4. Setiap Masalah Boleh Mengubah Sikap Anda

Sebagai contoh, kita kadang kala tersua dengan seorang jurujual yang berjaya. Tetapi bila diselidiki, ia berkelulusan dalam bidang sejarah dan pendidikan yang tidak ada kaitan dengan kerjayanya.

Sebenar ia dahulunya bekerja sebagai guru. Tetapi sebagai seorang guru yang menjemukan, ia telah menimbulkan banyak masalah kepada majikannya hingga ia diberhentikan kerja. Kerana marah disebabkan pemberhentian kerjanya, ia berazam untuk menunjukkan kepada masyarakat bahawa ia juga boleh berjaya dalam hidup.

Kini ia bersyukur kerana dibuang kerja kerana peristiwa itu membuat ia sangat marah hingga bertekad untuk terus berusaha hingga berjaya.

5.  Anda Boleh Buat Pilihan Untuk Mengawal Masalah

Anda mungkin tidak dapat mengawal masalah. Tetapi anda boleh merancang tindakan balas terhadapnya. Sekiranya anda mengawal rancangan tindakan balas terhadap masalah hidup, bermakna anda telah dapat mengawal masalah yang melanda diri sendiri.

Masalah boleh membuat anda lemah atau sebaliknya. Ia juga boleh membuat anda hidup dengan lebih baik ataupun menderita. Semuanya bergantung kepada diri anda.

6. Setiap Masalah Mempunyai Tindak Balas Yang Negatif dan Positif

Akhir sekali, orang-orang yang cekal hati boleh terus hidup walaupun dalam keadaan yang menyulitkan. Kerana mereka memilih untuk bertindak balas secara positif dalam keadaan sulit atau berbahaya walaupun ia bukan satu perkara yang mudah.

Misalnya, apakah tindak balas positif jika seseorang itu menghadapi masalah kewangan yang rumit? Dalam situasi ini apakah tindakan positif yang harus diambil? Larikan diri daripada penagih hutang? Mencari jalan keluar seperti minum hingga mabuk atau sebagainya?

Tidak! Tindakan balas negatif itu hanyalah penyelesaian sementara yang boleh membuahkan lain-lain masalah baru.

(Jika keazaman sudah ada, mulakan apa yang telah anda ucapkan. Jangan toleh belakang lagi..)


Tindakan positif terhadap masalah itu memerlukan semangat yang kuat untuk membuat langkah pertama. Ia memerlukan keberanian untuk bersemuka dengan penagih hutang dan berunding secara jujur dan terus terang. Jika mereka berkeras, maka jalan paling baik yang harus diambil secara undang-undang dan terhormat ialah menerima diisytiharkan sebagai muflis oleh mahkamah.

Pendek kata "Sekiranya anda tidak dapat selesaikan masalah, maka anda harus mengendalikannya".

~ Tak sabar nak kerja lepas tamat belajar nanti...

Sunday, December 12, 2010

BEST OF LUCK FOR FINAL EXAM!!! Chayok3x

Assalamualaikum w.b.t.


Pemberitahuan untuk sahabat-sahabat Marjan Ibtisam.. Tuan rumah akan menjalani peperiksaan akhir semester berdasarkan jadual yang tertera berkuat kuasa Isnin ini. Sehubungan dengan itu, tuan rumah memohon maaf andai ada tersilap bicara ketika tuan rumah berkongsi ilmu dengan para sahabat semua. Walaupun artikel atau apa-apa yang tersiar di sini bukan sepenuhnya milik saya, namun saya merasakan ia sangat berguna untuk peringatan bersama. Sesungguhnya yang baik itu dari Allah s.w.t dan yang buruk dan lemah itu dari kekurangan saya sebagai manusia biasa..

Di bawah ini jadual peperiksaan MBA Muamalah saya. Doakan kejayaan saya ye sahabat semua...


Dengan makluman tersebut, tuan rumah akan berehat sementara waktu untuk memberi tumpuan kepada masa depan tuan rumah.. Namun sekerinya tuan rumah berasakan ingin berkongsi sesuatu yang baik, insyaAllah akan diberikan dan disiarkan di laman tuan rumah ini (n_n)


Selain itu, selepas menghadapi peperiksaan akhir, sekali lagi tuan rumah akan membentangkan tesis atau kajian ilmiah pada 31 DESEMBER 2010. Untuk makluman sahabat, tuan rumah pernah melalui viva ketika di zaman degree dulu..(ala tahun lepas je pun..). Sekarang ni aura nya sudah lain, level master pula...

Mohon maaf sekali lagi andai ada yang tak memuaskan hati sahabat semua.. Tak sempat ziarah sahabat ke, tak komen ke, tak follow ke... Maaf ye..

"Ya, Allah! Mudahkanlah setiap urusan hambaMu ini.. Ujian ini adalah syarat untuk aku berkhidamat sebagai khalifahMu dimuka bumi ini.. Moga kejayaan yang sangat cemerlang mengiringi setiap langkahku untuk menuju kepadaMu disamping dapat berbakti kepada orang tuaku, keluarga, masyarakat dan agama. Murahkanlah rezekiku untuk mendapatkan apa yang aku cita-citakan selama ini.." Amin..

~ Turut ditujukan buat semua sahabat MBA saya.. Moga kejayaan milik kita bersama... InsyaAllah