Thursday, October 14, 2010

WANITA


Wanita.....
Dahulu dirimu tiada nilainya,
Kau ditanam jika rupamu tidak rupawan,
Kau dibesarkan jika memiliki raut wajah kecantikan
Sebagai pemuas nafsu dan barang dagangan
ketika kau dewasa kelak.....


Wanita.....
Diangkat martabatmu ke tahap tertinggi
Selepas Islam tersebar
Dipertahankan hakmu dan Islam membelamu
Dari terus dirosakkan oleh lelaki yang bertuhankan nafsu


Wanita.....
Sebaik-baik wanita adalah wanita solehah
Kau dijamin memasuki syurga terlebih dahulu sebelum suamimu,
Telah dijanjikan nikmat-nikmat yang baik untukmu
Kerana kau menjaga kesucian dan harga dirimu
Dan juga cintamu pada Tuhan-Mu


Wanita.....
Kau memiliki kelembutan
kelembutanmu mampu menggoncang dunia
Kelembutanmu mampu mencairkan dan mendamaikan para lelaki
Seperti mana damainya Firaun tatkala ditenangkan oleh Asiah
Ketika Musa ingin dibunuh olehnya(Firaun)


Wanita.....
Kau tahu dirimu begitu berharga
Kau tahu dirimu begitu bernilai
Kau juga tahu kesucianmu begitu berharga


TETAPI.....


Mengapa kau berikan mahkotamu bukan pada suamimu
Mengapa kau rela menggadaikan maruahmu kerana wang ringgit?


Adakah kau lupa?
Wanita adalah yang terbanyak sekali menghuni Neraka Allah!


Adakah kau lupa?
Janji ALLAH itu pasti ...


Wanita.....
Mengapa kau berasa takut dan malu
Selepas nafsumu dipenuhi
Mengapa baru terbit sifat malumu
Ketika kau mendapati dirimu telah hamil
Hasil perbuatan kejimu
dan kemudiannya kau mengambil jalan pintas
Menggugurkan kandunganmu,
membunuh anakmu,
membuang bayi kecilmu yang tidak mengerti apa-apa
walaupun zahirnya anak itu adalah hasil di luar pernikahan


namun...


Ingatlah
Setiap anak yang lahir di dunia ini fitrahnya adalah suci,
Ibarat kain putih yang bersih,
Ibu bapalah yang akan mencorak anak itu


Tetapi....
Hakikatnya,
Kau membuang zuriatmu,
Zuriatmu yang akan mendoakan kesejahteraanmu
ketika kau hidup, dan ketika kau sudah tiada,
Kau membuang zuriatmu di tempat-tempat yang merbahaya,
Menjadi santapan kepada haiwan-haiwan liar
yang sentiasa berkeliaran di mana-mana,


Wanita.....
Sedarlah.....
Sedarlah dari mimpi-mimpi yang tidak pasti,
Jangan kau biarkan dirimu disentuh oleh kumbang-kumbang larangan
Yang hanya ingin menghirup madumu,
Dan meninggalkanmu selepas ia merasa puas


Wanita....
Ingatlah dirimu begitu berharga
Biarlah kau dikatakan sombong
Asalkan kau tahu mana baik dan buruknya
Demi menjaga maruah dirimu
Jangan sekali kau serahkan jiwa dan ragamu
kepada kekasihmu....
kerana belum tentu ia akan menjadi suamimu....


Wanita....
Ingatlah sang lelaki amat bijak bermain kata-kata
Mereka amat bijak dalam tipu daya
Mereka akan berusaha mencapai apa yang mereka hajati
Sehingga mereka jemu dengan apa yang telah mereka rasai


Wanita.....
Tidakkah kau sedar semua ini
Mengapa kau masih bergembira dengan kekasihmu
Tidakkah kau sedar,
Dirimu sentiasa dalam pengawasan Tuhan-Mu?


Wanita.....
Sedarlah
Jangan kau mengikut jejak Jahiliyah
Hargailah dirimu yang tinggi d sisi islam
Hargailah mahkotamu yang sangat berharga
Insaflah dengan perbuatan silammu
masih belum terlambat untuk segalanya
Kerana TuhanMu itu Maha Pengampun, Lagi Maha Mengasihani'


Wanita....
Labuhkanlah cintamu kepada Tuhan-Mu
kerna Tuhan-Mu akan lebih mencintaimu
dan Dia akan memberi kepadamu cinta yang sebenar.....


Wanita....
Hiasilah dirimu dan Jagalah peribadimu
Semoga dirimu berjaya menjadi wanita yang solehah
dan disayangi oleh Tuhan-Mu



SUMBER: GROUP DI FACEBOOK 

Wednesday, October 13, 2010

CINTA DALAM DIAM

Assalamualaikum w.b.t


Alhamdulillah pagi tadi saya sempat melakukan aktiviti berjalan disekitar kawasan rumah sewa saya sambil menemani kakak serumah berenang. Opss. Tutup aurat ok! Semuanya itu adalah terapi yang mampu menenangkan diri. Maklumlah, student. Dah nak habis semester, sepatutnya motivasi diri makin bertambah, tapi lain pula dengan saya, makin kurang. Tak nafikan juga beberapa sahabat saya pun menyatakan perasaan yang sama. Namun saya tahu apa yang terjadi... Dan alhamdulillah, masalah yang berlaku baru-baru ini semakin susut sedikit demi sedikit.. Syukur padaMu..

Berbalik pada tajuk entri di atas, adakah perlu perasaan cinta itu diluahkan? Adakah elok ia dipendamkan? Di sini, banyak pro and cons.. Tapi terpulang pada individu itu sendiri. Bagi saya, cukuplah hanya saya dan orang terdekat sahaja yang tahu. Kadang nak share semua pada orang pun tak boleh dan tak manis. Ikatan pun tiada lagi. Sama juga bila bertunang. Bagi saya, cukup untuk saya dan keluarga yang tahu.

Tapi kan, jika ada yang perasan, makin canggih teknologi yang digunakan, makin berlumba-lumba orang nak dedahkan status diri. Dengan itu, semakin banyak bahaya yang kita dedahkan kepada orang ramai. Jika ada yang sakit hati pada kita, ada je punca dia nak buat masalah pada kita. Nauzubillah...

Fikir-fikirkan... Jom, saya nak share apa yang saya dapat dari rakan facebook saya..

.............................................................

CINTA DALAM DIAM


Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan redha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdoalah… berpuasalah…

” Wahai kaum pemuda,siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila di antara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya” (Hadith)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)

Cukup cintai ia dalam diam… bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih syurga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan… karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan… memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Talib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?

“ …boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya… “Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)

~ "Aku redha dengan ujianMu. Jika ini yang terbaik untukku, aku terima. Jika cinta yang ada bersamaku ini mampu memperbaiki sikapku terhadapMu, aku terima. Jika cinta yang diberinya itu membuatkan aku tunduk padaMu, aku terima. Jika cinta yang dilafaz untuk kebahagian kami dan keturunan kami, aku terima. Kerana kepada Engkau jualah aku mengadu dan Engkau lebih tahu apa yang terbaik buatku.."

Sunday, October 10, 2010

UJIAN YANG DIDATANGKAN ADALAH SATU RAHMAT

Assalamualaikum w.b.t

Adakalanya kita tidak terlepas daripada dilanda musibah yang mana ia sangat-sangat menguji kesabaran iman kita. Hanya orang terpilih saje yang mampu melaluinya dengan baik. Walaupun ujian itu ada yang mencalar maruah tetapi sebenarnya Allah merasakan itulah yang terbaik buat kemampuan jiwa dan tubuh kita untuk menghadapi musibah tersebut.

Pandanglah dalam pelbagai sudut yang menarik. Hikmahnya mungkin kita tak nampak tapi insyaAllah jika kita perhalusi, ia sangat indah!! Ada sesuatu yang DIA ingin sampaikan...

So, mari kita hayati video klip ini.. Dari Mestika - RAHMAT UJIAN



Dalam derita ada bahagia
Dalam gembira mungkin terselit duka
Tak siapa tahu
Tak siapa pinta ujian bertamu

Bibir mudah mengucap sabar
Tapi hatilah yang remuk menderita
Insan memandang
Mempunyai berbagai tafsiran

Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya

c/o
Harus ada rasa bersyukur
Di setiap kali ujian menjelma
Itu jelasnya membuktikan
Allah mengasihimu setiap masa
Diuji tahap keimanan
Sedangkan ramai terbiar dilalaikan
Hanya yang terpilih sahaja
Antara berjuta mendapat rahmatNya

Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi

c/o

Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya

repeat c/o 2x

Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi
Segala ujian diberi
Maka bersyukurlah selalu


~ Hati ini cuba bermuhasabah dan menerima segala ketentuan dariNya. InsyaAllah segala masalah yang melanda akan hilang sedikit masa lagi.. "Aku yakin denganMU. Janji-Mu adalah pasti.." Ameen.

SURAT CINTA UNTUK JIWA

Assalamualaikum w.b.t

Satu perkongsian yang saya petik dari group yang saya ikuti di facebook. Moga ia memberikan kita satu tafsiran yang indah untuk berubah ke arah lebih baik. Menghidupkan hati kita untuk terus mengingati Allah. InsyaAllah. Ameen..

........................................................................



SURAT CINTA UNTUK JIWA
Surat ini ku tujukan untuk diriku sendiri
serta sahabat-sahabat tercintaku
yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, kerana hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeza,
lebih bermakna dan indah..

Surat ini ku tujukan untuk hatiku
dan hati sahabat-sahabat tercintaku
yang kerap kali terisi oleh cinta selain dari-Nya,
yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia,
yang terkadang melakukan segalanya bukan kerana-Nya,
lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang
jika dilihat dan dipuji orang,
entah di mana keikhlasannya.
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan
kerana perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil.
DIA akan melihat kesungguhan dalam berproses..

Surat ini ku tujukan pula untuk jiwaku
serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai lelah menapak jalan-Nya
ketika seringkali mengeluh, merasa dibebani
bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba
melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya..

Surat ini ku tujukan untuk ruh-ku
dan ruh sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu,
serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan?
Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih,
saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka,
saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia,
saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan.
Cuba lihat disana!
Hatimu menangis dan meranakah?..

Surat ini ku tujukan untuk diriku
dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong,
yang terkadang bangga pada dirinya sendiri.
Sungguh tiada satu pun yang membuat kita lebih di hadapan-Nya selain ketakwaan..
Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergelut terus dengan kefanaan..

Surat ini ku tujukan untuk hatiku
dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati,
saat tiada getar ketika asma Allah disebut,
saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja,
saat tiada rasa takut pada-Nya ketika maksiat dilakukan,
dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang lain..

Akhirnya surat ini ku tujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya..
meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam.
Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam, yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya,
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agama-MU, pada taat kepada-Mu dan dakwah di jalan-Mu"..

Thursday, October 7, 2010

SAKSI

Assalamualaikum w.b.t

Semoga anda semua ceria-ceria selalu hendaknya. Mari kita layan video klip ini. Walaupun ia dihasilkan 2 tahun lalu, namun liriknya sangat segar dan bertepatan dengan hari kebangkitan. InsyaAllah, ia begitu terkesan di hati anda semua..




Lirik Saksi - Rabbani ft. Mawi

Saat dan waktu
Semasa hidupmu
Apa yang dilaku
Alpa merenung

Jangan kita lupa
Dia ketahuinya
Jangn kita leka
Segala dihitungnya

Dunia sementara
Sandiwara semata
Kembali padanya
Akhirat disisinya

Hidup penuh dosa
Tiada pasti nilainya
Syurga dan neraka
Kan kita terimanya

Tangan berkata
Apa dilakunya
Kaki bicara
Kemana ia melangkah

Mata bersuara
Apa pandangannya
Telinga bercerita
Payah didengar

* Tiba detik masa
Mulut tak dibuka
Tiada berkata
Hanya kan mendengar
Mulut bersuara
Saksi berbicara

Amalan semata…

Sujudlah kepadanya
Ampun segala dosa
Tiada yang berkuasa
Hanya Maha Esa

Mohon iman bertakhta
Tekadkan di jiwa
Ingat segala seksa
Amalan mu ditanya

~ Ampunkan dosa ku ini Ya Allah. Aku menyesali perbuatanku yang lalu...

Wednesday, October 6, 2010

JALAN PULANG KEPANGKUAN ALLAH TERLALU LUAS

Assalamualaikum w.b.t

Artikel di bawah ini adalah tulisan Dr. Mohd Asri untuk sama-sama kita membersihkan diri kita dari lumpur dosa yang pernah dilakukan. Walaupun Ramadhan sebulan berlalu, namun kita dibolehkan memohon keampunan pada bila-bila masa selagi kita sedar dan insaf dengan perbuatan yang telah dilakukan.

..............................................



ANTARA keistimewaan Islam yang agung ini adalah jalan pulang ke pangkuan agama ini amat luas terbuka dan tidak membebankan. Peluang seorang insan kembali ke pangkuan keampunan dan keredaan Allah tidak pernah disekat oleh sebarang jarak waktu, latar diri, keturunan, atau harta.

Sesiapa yang ingin pulang ke pangkuan Allah tidak pernah dihalang oleh agama ini disebabkan jenis dosanya atau keturunan, usianya yang lanjut, atau apa sahaja.


Seseorang yang ingin kembali kepada Allah diterima oleh kerahmatan-Nya dengan syarat insan tersebut menyesali kesilapannya, benar-benar memohon keampunan dan berazam tidak mengulangi kesalahan lalu.

Jika kesalahan itu sesama insan lain, dia memohon maaf dari yang dizalimi. Jika tidak mampu, bimbang mudarat yang lebih besar jika permohonan maaf dibuat, serahkan sahaja urusannya itu kepada Allah dan Allah Maha Mengetahui kadar kemampuan hamba-hamba-Nya.

Firman Allah dalam surah Ali ‘Imran 135-136:

(maksudnya) Dan mereka yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun dosa-dosa mereka - dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah - dan mereka juga tidak meneruskan (perbuatan buruk) yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). Orang- orang yang demikian sifatnya, balasannya adalah keampunan dari Tuhan mereka, dan syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) orang-orang yang beramal.

Islam bukan seperti sesetengah ajaran yang menyuruh seseorang yang berdosa membuat pengakuan di hadapan orang agama, atau melakukan upacara yang menyeksa diri demi penghapusan dosa seperti melukakan diri atau berjalan atas bara api atau membuat bayaran penebusan.

Demikian perbuatan sesetengah pihak mencari rezeki dengan mengambil upah untuk pelupusan dosa solat atau puasa atau ibadah yang lain, bukan dari ajaran Islam. Islam tidak pernah mengenal itu semua. Seperti Islam tidak pernah menerima sama sekalipun perbuatan sesetengah agama lain yang mengeluarkan surat berbayar untuk penghapusan dosa, demikian Islam tidak dapat menerima perbuatan penganutnya jika melakukan hal yang sama dengan mengeluarkan borang pahala yang dijual sempena Ramadan atau selainnya.

Keampunan dan rahmat Allah bukan dijual di jalanan. Ia sangat berkaitan dengan keluhuran jiwa yang ikhlas ingin kembali kepada Allah Yang Maha Pengampun. Jika keampunan hanyalah bayaran yang dibayar kepada pihak tertentu, tentulah semua orang kaya tempatnya di syurga.

Sementara si miskin yang tidak mampu membayar kepada golongan agama tiadalah habuan keampunan untuknya. Maka tidaklah perlu lagi seseorang berpegang dengan agama, cukuplah dengan membanyakkan ongkos, maka selamatlah dia di sisi Tuhan. Aduhai, tentu tidak demikian.

Firman Allah (maksudnya) Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan manfaat sesuatu apapun. Kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang sejahtera. Dan (pada hari itu) didekatkan syurga bagi orang- orang yang bertakwa. Dan diperlihatkan neraka jelas nyata kepada orang-orang yang sesat. (surah al-Syu’ara 88-91).

Seseorang yang berdosa pula, tidak disuruh mendedahkan dosanya kepada orang lain sekalipun di hadapan ulama atau siapapun di kalangan manusia. Bahkan dia disuruh bertaubat antara dia dengan Allah dan menutup keburukan dirinya daripada orang lain.

Nabi s.a.w. bersabda: Sesiapa yang menutup (keburukan) seorang Muslim, Allah tutup (keburukannya) di dunia dan akhirat. (Riwayat Muslim).

Termasuk dalam perkataan Muslim itu diri insan yang berdosa itu sendiri, dia juga tentu seorang Muslim. Maka dia wajib menutup keaiban dirinya. Maka dalam Islam tidak ada ‘pengakuan dosa di hadapan paderi’. Sesiapa sahaja yang berasa berdosa dan ingin kembali kepada Allah, maka dia bertaubat di mana sahaja dia berada.

Sabda Nabi: Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selagi nyawa belum sampai ke halkumnya. (Riwayat al- Tirmizi, dinilai hasan oleh al-Albani).

Aduhai luasnya rahmat Allah dalam agama ini. Bahkan dalam sebuah hadis kudsi,

Allah berfirman: Wahai anak-anak Adam, selagi mana engkau memohon dan mengharapkan dari-Ku, Aku ampunkan engkau walau apapun dosamu, Aku tidak peduli. Wahai anak-anak Adam, jika dosamu sampai ke puncak langit, lalu engkau pohon keampunan dari-Ku, Aku ampunkan engkau, aku tidak peduli. Wahai anak-anak Adam, engkau jika datang kepada-Ku dengan dosa yang hampir memenuhi bumi, namun engkau menemui-Ku tanpa mensyirikkan Daku dengan sesuatu, nescaya aku datang kepadamu dengan penuh keampunan. (Riwayat al-Tirmizi, dinilai hasan oleh al-Albani).

Bahkan kita dilarang kecewa dengan hidup disebabkan dosa yang lalu. Sebaliknya, disuruh agar sentiasa memohon keampunan daripada Allah dan jangan kecewa dari rahmat-Nya.

Firman Allah dengan penuh syahdu dalam surah al-Zumar ayat 53: (maksudnya), Katakanlah: Wahai hamba- hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.



Al-Imam Ibn Kathir (meninggal 774H) ketika mentafsirkan ayat ini menyebut: “Ayat yang mulia ini adalah panggilan untuk semua pembuat dosa dari kalangan yang kufur dan selain mereka agar bertaubat dan kembali kepada Allah. Ayat ini juga adalah pemberitahuan Allah Yang Maha Berkat Lagi Maha Tinggi bahawa Dia mengampunkan segala dosa untuk sesiapa yang bertaubat dan meninggalkannya, walau bagaimana besar dan banyak sekalipun dosa tersebut. Sekalipun bagaikan buih di lautan”. (Tafsir al-Quran al-‘Azim, 4/74, Beirut: Mussasah al-Rayyan).

Maka tidak ada kecewa bagi insan yang berdosa. Sekalipun kadangkala ada dosa yang tidak dapat dimaafkan oleh perasaan insan lain, namun Allah tidak pernah menutup pintunya selagi insan yang berdosa itu insaf, benar-benar kembali kepada-Nya.

Saya bicarakan tajuk ini, sesuai dengan suasana puasa. Juga agar perbincangan agama, janganlah menyebabkan manusia ini kecewa dengan diri mereka dalam mencari jalan pulang ke pangkuan Tuhan.
Agama ini begitu lunak. Pintu untuk mendekati Tuhan tidak pernah hanya dikhususkan untuk orang tertentu semata. Bahkan sesiapa sahaja yang menerima Islam ini dan berusaha mendekatkan diri dengan jalan Rasulullah maka dia akan sampai ke dalam rahmat Allah.

Tiada perbezaan antara mufti, ustaz, imam dan orang biasa. Tuhan tidak pernah menilai insan dengan gelaran-gelaran yang diberikan oleh sesama manusia. Dia melihat keluhuran jiwa dan kesahihan amalan. Entah berapa ramai orang biasa lebih mulia di sisi Tuhan dibandingkan mereka yang bersandar dengan berbagai-bagai gelaran dan pangkat. Jalan pulang ke pangkuan Tuhan tidak pernah mendiskriminasikan manusia.

Kadangkala amat menakutkan kita mendengar ucapan sesetengah orang. Saya pernah mendengar seseorang menyebut “dosa- dosa si polan tidak akan diampunkan Allah.” Ringan perkataan itu di lidah kita, amat berat kesalahannya di sisi Allah.

Sejak bilakah pula kita menjadikan wakil Tuhan dalam memutuskan rahmat atau kelaknatan di kalangan hamba-hamba-Nya. Kita menolak manusia ingin kembali dataran keampunan Allah hanya kerana emosi kita, sedangkan Allah sendiri mengisytiharkan keluasan rahmat-Nya untuk semua.

Marilah kita berkempen untuk manusia mendapatkan rahmat keampunan Allah ini. Bukan untuk orang masjid dan surau sahaja, tetapi juga semua muda-mudi di jalanan, artis di pentas, pemimpin di gelanggang politik dan seterusnya. Jangan menghukum seseorang itu sebagai tidak berpeluang menerima rahmat Allah sedangkan roh masih di jasadnya dan hukuman Allah belum pun kita tahu.

Nabi bersabda: Jika seseorang berkata: Binasalah manusia, maka dialah yang paling binasa. 
(Riwayat Muslim).

Hadis ini bermaksud apabila seseorang berkata dengan tujuan merendahkan orang lain dan membanggakan dirinya seakan orang lain tidak mendapat kerahmatan, maka dialah akan dibinasakan Allah. Dakwah agama hendaklah merentasi sempadan-sempadan yang dibikin oleh kita. Rahmat Allah mestilah disebarkan ke semua daerah hidup yang pelbagai. Sama ada yang berada di gelanggang sukan, di pentas filem, di medan politik atau apa sahaja.

Janganlah perbincangan agama hanya menggambarkan seakan semua manusia akan memasuki neraka semata, lalu kita lupa Allah ialah Tuhan Yang Maha Rahmat. Ungkapan-ungkapan agama ini adalah ungkapan memberikan harapan, bukan menimbulkan kekecewaan.

Sehingga dalam hadis Nabi bersabda: Seorang telah melakukan satu dosa, lalu dia berkata: Wahai Tuhanku ampunilah dosaku. Lalu Allah azza wa jalla berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa dan dia mengetahui bahawa baginya Tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya – dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya. Kemudian dia kembali melakukan dosa yang lain, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dan dia mengetahui bahawa baginya Tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya-dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya. Lalu dia melakukan dosa sekali lagi, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dan dia mengetahui bahawa baginya tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya, maka aku ampunkan hamba-Ku in, buatlah apa yang kau mahu Aku ampunkan engkau. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini bukanlah menggalakkan manusia melakukan dosa, tetapi menceritakan hal seorang hamba yang bertaubat bersungguh-sungguh namun gagal mengawal dirinya lalu tetap terjatuh ke dalam dosa. Setiap kali berdosa, dia ikhlas memohon keampunan dan dia tetap diampun oleh Allah s.w.t.

Hadis ini memberikan semangat kepada mereka yang telah bersalah berulang kali untuk terus bertaubat bukan berputus asa dan terus mengikut jejak langkah syaitan. Walaupun barangkali orang lain akan menyebut kepadanya “tidak guna kau bertaubat, sudah berapa kali kau tetap gagal kekal atas taubatmu”, namun Allah tidak berkata demikian. Dia Yang Maha Pengampun tetap membuka pintu selagi hamba-Nya itu jujur dan ikhlas merintih kepada-Nya.

Jika Allah menutup pintu, maka kekecewaan akan meliputi jiwa hamba yang seperti ini dan akhirnya dia akan terus tenggelam dalam kejahatan. Namun dengan dibuka seperti ini, insan akan terus berusaha kembali kepada Allah setiap kali tergelincir.

Saya amat hairan, ada agama tertentu yang dikatakan mempengaruhi emosi sesetengah anak-anak muda kita disebabkan unsur kasih sayang dan rahmat berkenaan yang ditonjolkan dalam agama. Seakan anak-anak muda kita tidak pernah mendengar tentang keluasan rahmat dan keampunan Allah dalam Islam ini. Lalu mereka pun kagum dengan agama lain dan melupai agama sendiri yang diturunkan Allah ini.

Adakah kerana mereka tidak mempelajari ajaran Islam yang betul? Ataupun kempen kita kepada Islam kurang menonjolkan unsur-unsur kerahmatan agama ini?

Hendaklah kita sedar, dalam dakwah baginda Nabi bukan hanya diceritakan balasan neraka, namun diceritakan juga kenikmatan syurga. Bukan hanya tentang kemurkaan Allah kepada yang menderhakai-Nya tetapi juga rahmat-Nya bagi yang kembali kepada kepada-Nya.

Firman Allah dalam surah al-Hijr 49-50: (maksudnya) Khabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku (Wahai Muhammad), bahawa Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani (bagi mereka yang bertaubat dan beramal soleh). Dan bahawa azab-Ku, adalah azab yang tidak terperi sakitnya, (bagi mereka yang tetap dalam kederhakaan).

Di suasana Ramadan ini, semoga taubat mempunyai ruang yang besar dalam hidup kita. Manusia disuruh takut melakukan dosa. Namun jangan kecewa jika tersilap. Di samping insan juga hendaklah selalu beringat, bahawa dosa yang terlampau setelah diberi peringatan, boleh menghilangkan ingatan insan untuk kembali kepada Tuhan.

Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 6-7: (maksudnya) Sesungguhnya orang-orang yang ingkar itu, sama sahaja kepada mereka: Sama ada engkau beri amaran kepadanya atau engkau tidak beri amaran, mereka tidak akan beriman. (Dengan sebab keingkaran mereka), Allah mematerikan atas hati mereka, pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutupnya; dan bagi mereka pula disediakan azab seksa yang amat besar.


~ Hati itu tenang pada kebaikan dan resah pada kejahatan.. Ampun dosaku ini Ya Allah

Tuesday, October 5, 2010

9 JENIS PEMBAZIRAN

Assalamualaikum w.b.t


Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah terdapat 9 jenis pembaziran yang sering dilakukan oleh manusia iaitu:

1) Ilmu pengetahuan- Membazir jika tidak diamalkan untuk jalan kebaikan.
2) Amalan - Membazir jika dilakukan tidak dengan hati yang ikhlas.
3) Kekayaan - Membazir jika dibelanjakan pada perkara yang tidak bermanfaat dan tidak diredai Allah.
4) Hati - Membazir jika kosong daripada kasih kepada Allah.
5) Tubuh badan - Membazir jika tidak digunakan untuk beribadah kepada Allah.
6) Cinta - Membazir jika terlebih dicurahkan kepada selain Allah atau melebihi cinta kepada-Nya.
7) Masa - Membazir jika tidak diurus sebaiknya.
8) Akal - Membazir jika tidak memikirkan sesuatu yang bermakna kepada agama.
9) Zikir - Membazir jika tidak memberi kesan kepada hati.

Peliharalah diri kita dari melakukan pembaziran yang mana akan merugikan diri kita sendiri. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dalam menghadapi hidup ini. Wallahu'alam.